Sang gadis tumbuh bersama bayang-bayang semu yang menemani tiap detik hidupnya.
Oase kenikmatan memiliki hanya dalam cermin, membuatnya merasa begitu tenggelam pada kesunyian.
Jiwa sang gadis terpenjara dalam sel-sel beraliran gairah keinginan.
Dan, pada satu tepian di pantai kosong.Ia membiarkan angin merasuki hati kecilnya.Seketika relungnya berkata dengan lantang bahwa 'dia' tak selamanya hanya bayang semu.
Mata abu-abu sang gadis membuka dan melihat bahwa dihadapannya ada sebuah cahaya terang jauh di tengah ketenangan jiwanya.
Dan, seketika itulah dia kembali....
No comments:
Post a Comment