Monday, May 3, 2010

Sebesar dunia, seluas jagat raya, setinggi langit dan sedalam samudera.

Sang gadis tumbuh bersama bayang-bayang semu yang menemani tiap detik hidupnya.

Oase kenikmatan memiliki hanya dalam cermin, membuatnya merasa begitu tenggelam pada kesunyian.

Jiwa sang gadis terpenjara dalam sel-sel beraliran gairah keinginan.

Dan, pada satu tepian di pantai kosong.Ia membiarkan angin merasuki hati kecilnya.Seketika relungnya berkata dengan lantang bahwa 'dia' tak selamanya hanya bayang semu.

Mata abu-abu sang gadis membuka dan melihat bahwa dihadapannya ada sebuah cahaya terang jauh di tengah ketenangan jiwanya.

Dan, seketika itulah dia kembali....

No comments:

Post a Comment